SERANG, UNIBADAILY.ID – Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) menggelar pementasan teater berjudul “Juleha” yang di sutradarai oleh Dede A. Majid sebagai bentuk apresiasi terhadap seni pertunjukan sekaligus wadah pengembangan kreativitas mahasiswa.
Kegiatan ini berlangsung di Kampus 2 Lapangan Basket FKIP UNIBA, disambut meriah dan mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, termasuk unsur yayasan, pemerintah daerah, dosen, mahasiswa, serta pemerhati seni dan budaya.
Pementasan teater “Juleha” menampilkan kisah yang sarat dengan nilai kehidupan, budaya, dan pesan moral. Melalui dialog, gerak panggung, tata artistik, serta penghayatan para pemain, pertunjukan ini berhasil menghadirkan suasana yang menghibur sekaligus menggugah penonton.
Dalam sambutannya, Ketua Pembina Yayasan Prof. Furtasan Ali Yusuf menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Program Studi PBSI dan seluruh mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Ia menilai bahwa pementasan teater tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana pendidikan karakter, pelestarian budaya, serta pembentukan kepercayaan diri mahasiswa.
“Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa belajar bekerja sama, berani tampil, dan memahami nilai-nilai kehidupan melalui seni. Yayasan tentu mendukung penuh kegiatan positif yang mampu mengangkat potensi mahasiswa dan nama baik institusi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Provinsi Banten Rochaedi dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan daerah.
Menurutnya, teater merupakan salah satu media efektif untuk menyampaikan pesan budaya kepada masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi pementasan teater ‘Juleha’ ini. Kegiatan seni seperti ini perlu terus dikembangkan, karena menjadi ruang ekspresi sekaligus bagian dari upaya pelestarian kebudayaan. Mahasiswa memiliki peran penting dalam menghidupkan seni pertunjukan di Banten,” ungkapnya.
Di kesempatan yang sama, Ketua Program Studi PBSI Desma Y. Saputra menyampaikan bahwa pementasan teater ini merupakan bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa di bidang bahasa, sastra, dan seni pertunjukan.
Ia menjelaskan bahwa mahasiswa PBSI tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan apresiasi sastra, komunikasi, dan kreativitas.
“Teater ‘Juleha’ menjadi bukti bahwa mahasiswa PBSI mampu mengolah karya sastra menjadi pertunjukan yang menarik dan bermakna. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda berkelanjutan dan melahirkan karya-karya kreatif lainnya,” tuturnya.
Pementasan teater “Juleha” juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara kampus, pemerintah, yayasan, dan masyarakat.
Antusiasme penonton terlihat sejak awal hingga akhir pertunjukan. Para pemain yang merupakan mahasiswa PBSI tampil penuh totalitas dan berhasil membawakan karakter masing-masing dengan baik.
Melalui kegiatan ini, Prodi PBSI berharap mahasiswa semakin mencintai dunia sastra dan seni, sekaligus mampu menjadikan teater sebagai media pembelajaran, kritik sosial, dan pelestarian nilai budaya.***