SERANG, UNIBADAILY — Predikat Akreditasi Unggul yang diraih Program Studi Sarjana Administrasi Rumah Sakit, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Bina Bangsa (UNIBA), bukan hanya menjadi capaian administratif bagi perguruan tinggi.
Di balik predikat tersebut terdapat konsekuensi yang lebih besar: bagaimana menjaga mutu pendidikan, memastikan kompetensi lulusan, dan menjawab kebutuhan pengelolaan pelayanan kesehatan yang terus berkembang.
Status akreditasi Unggul Program Studi Sarjana Administrasi Rumah Sakit UNIBA ditetapkan melalui SK LAM-PTKes Nomor 0580/LAM-PTKes/Akr/Sar/VIII/2026 yang ditetapkan pada 29 Agustus 2026.
Apa Arti Akreditasi Unggul?
Bagi sebuah program studi, akreditasi merupakan bagian penting dari proses penjaminan dan pengakuan mutu penyelenggaraan pendidikan.
Namun, bagi mahasiswa dan calon mahasiswa, pertanyaan yang lebih penting adalah: apa manfaat pencapaian tersebut bagi proses pendidikan dan masa depan lulusan?
Dekan FIKES Universitas Bina Bangsa, Nia Marlina Kurnia, menegaskan bahwa predikat Unggul harus dipandang sebagai bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.
“Akreditasi Unggul ini bukan sekadar sebuah predikat, tetapi merupakan bentuk kepercayaan dan pengakuan terhadap kerja keras seluruh sivitas akademika. Ini menjadi momentum penting bagi kami untuk terus melakukan peningkatan mutu secara berkelanjutan,” ujar Nia.
Dengan demikian, predikat tersebut tidak semestinya menjadi titik akhir. Justru, status Unggul menuntut program studi untuk mempertahankan bahkan meningkatkan standar yang telah dicapai.
Mengapa Administrasi Rumah Sakit Semakin Penting?
Rumah sakit bukan hanya membutuhkan tenaga kesehatan yang mampu memberikan pelayanan klinis. Di balik pelayanan kepada pasien terdapat sistem administrasi, tata kelola, manajemen sumber daya, pengelolaan informasi, pembiayaan, mutu, hingga koordinasi berbagai unit pelayanan.
Karena itu, pengelolaan rumah sakit membutuhkan sumber daya manusia yang memahami aspek manajerial sekaligus memiliki pemahaman terhadap karakteristik pelayanan kesehatan.
Di sinilah pendidikan Administrasi Rumah Sakit memiliki posisi strategis.
Lulusan bidang ini diharapkan mampu berkontribusi dalam berbagai aspek pengelolaan organisasi pelayanan kesehatan, sehingga kualitas pelayanan kepada masyarakat tidak hanya bergantung pada kemampuan klinis, tetapi juga ditopang oleh tata kelola yang baik.
Dari Akreditasi Menuju Kompetensi Lulusan
Nia Marlina Kurnia mengatakan FIKES UNIBA tidak ingin berhenti pada pencapaian akreditasi.
“Dengan predikat Unggul ini, kami harus semakin meningkatkan standar dan memberikan layanan pendidikan terbaik kepada mahasiswa,” katanya.
Menurutnya, target pendidikan bukan hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik. Mahasiswa juga perlu dibekali kemampuan manajerial, kepemimpinan, etika, integritas, dan kepedulian terhadap mutu pelayanan kesehatan.
Hal tersebut menjadi penting karena lulusan Administrasi Rumah Sakit nantinya berhadapan dengan lingkungan pelayanan kesehatan yang kompleks dan dinamis.
Kemampuan memahami persoalan organisasi, mengambil keputusan, berkomunikasi, mengelola sumber daya, serta menjaga etika menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kompetensi profesional.
Tidak Bisa Berjalan Sendiri
Pencapaian akreditasi Unggul juga tidak berdiri sendiri. Menurut Dekan FIKES UNIBA, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama pimpinan universitas, fakultas, program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta mitra kerja.
Kontribusi tersebut tercermin dalam berbagai aspek, termasuk tata kelola pendidikan, pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama dengan institusi pelayanan kesehatan.
Karena itu, menjaga status Unggul juga membutuhkan kerja kolektif dan konsistensi dari seluruh sivitas akademika.
Tantangan Setelah Meraih Predikat Unggul
Justru setelah memperoleh predikat Unggul, tantangan berikutnya dimulai.
FIKES UNIBA perlu memastikan bahwa kualitas kurikulum terus mengikuti perkembangan dunia pelayanan kesehatan, kompetensi dosen terus diperbarui, fasilitas pendidikan tetap memadai, dan hubungan dengan rumah sakit serta institusi kesehatan semakin kuat.
Nia mengatakan FIKES UNIBA berkomitmen memperkuat seluruh aspek tersebut.
“Kami berkomitmen untuk terus menjaga kepercayaan ini melalui peningkatan mutu yang konsisten, inovasi pendidikan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Komitmen tersebut sejalan dengan penguatan infrastruktur pendidikan kesehatan di lingkungan UNIBA. Pada Februari 2026, Gedung Fakultas Ilmu Kesehatan UNIBA juga telah diresmikan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Bagi mahasiswa, pencapaian akreditasi Unggul dapat menjadi momentum untuk melihat pendidikan bukan sekadar proses memperoleh gelar. Yang lebih penting adalah bagaimana proses pendidikan tersebut menghasilkan kompetensi yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja.
Bagi FIKES UNIBA, pekerjaan berikutnya adalah memastikan bahwa predikat Unggul tercermin dalam pengalaman belajar mahasiswa, kualitas lulusan, inovasi pendidikan, serta kontribusi nyata terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.
Sebab, akreditasi boleh menjadi pengakuan atas mutu yang telah dicapai. Namun, kepercayaan publik hanya dapat dipertahankan melalui mutu yang terus dibuktikan.***