CILEGON, UNIBADAILY.ID – Raihan medali cabang olahraga (cabor) petanque Universitas Bina Bangsa (UNIBA) dalam Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (POMPROV) VIII Banten 2026 bukan sekadar tambahan angka dalam klasemen. Di balik medali tersebut terdapat potensi mahasiswa yang dapat dikembangkan menjadi bagian dari ekosistem atlet muda Provinsi Banten.
Pada hari ketujuh POMPROV VIII Banten 2026, Jumat (4/9/2026), cabor petanque menyumbangkan 1 medali emas, 1 perak, dan 2 perunggu bagi kontingen UNIBA.
Medali emas diraih Yuliyani dan Intan Pratiwi, mahasiswa Program Studi Administrasi Publik dan Program Studi Gizi, melalui nomor Double Woman. Sementara Yuliyani, dari Program Studi Administrasi Publik, juga meraih medali perak pada nomor Single Woman.
Pada nomor Double Man, Muhamad Haedar Ali dari Program Studi Teknik Sipil bersama Huda Ashshidiq dari Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi meraih medali perunggu.
Hingga pembaruan klasemen pukul 17.20 WIB, Jumat (4/9/2026), UNIBA telah mengoleksi 18 medali, terdiri dari 3 emas, 5 perak, dan 10 perunggu, sekaligus menempatkan UNIBA di peringkat keenam sementara, satu posisi di bawah BINUS University.
Mengapa Petanque Layak Mendapat Perhatian?
Petanque mungkin belum sepopuler sepak bola, bulu tangkis, atau bola voli di tengah masyarakat. Namun, olahraga ini memiliki karakter yang unik.
Petanque mengandalkan kemampuan menempatkan bola sedekat mungkin dengan bola sasaran. Karena itu, atlet tidak hanya dituntut memiliki kemampuan fisik, tetapi juga ketepatan, konsentrasi, pengendalian emosi, perhitungan jarak, serta kecermatan menentukan strategi.
Dalam permainan double, kemampuan membaca permainan dan berkomunikasi dengan pasangan juga menjadi bagian penting. Sementara nomor single menuntut atlet mengambil keputusan secara mandiri.
Karakter tersebut membuat petanque menarik dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi. Mahasiswa tidak hanya berkompetisi untuk memperoleh kemenangan, tetapi juga belajar mengenai disiplin, pengambilan keputusan, konsistensi, kerja sama, dan pengendalian diri.

Dari Kampus untuk Banten
Prestasi mahasiswa UNIBA dalam petanque juga membuka pertanyaan yang lebih besar: apakah atlet mahasiswa hari ini dapat menjadi talenta olahraga Banten di masa depan?
Biro Kemahasiswaan UNIBA Hadi Kurniawanto, yang mendampingi para atlet dalam kompetisi, melihat peluang tersebut sebagai sesuatu yang perlu ditindaklanjuti melalui pembinaan berkelanjutan.
“Cabor baru ini ke depan harus bisa meningkatkan prestasi dalam mengemban nama baik kampus serta menjadi penyumbang talenta atlet di cabor ini untuk Provinsi Banten,” kata Hadi.
Ia menekankan bahwa potensi atlet muda membutuhkan pembinaan yang berkesinambungan agar tidak berhenti pada prestasi di satu kompetisi saja.
“Ini harus menjadi perhatian KONI ke depannya sebagai atlet muda yang membutuhkan pembinaan berkesinambungan dan menjadi aset atlet di Provinsi Banten,” ujarnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa kompetisi mahasiswa dapat dipandang lebih jauh daripada sekadar perebutan medali. Perguruan tinggi dapat menjadi salah satu ruang penting untuk menemukan, membina, dan mempertahankan talenta olahraga muda.
Apa Artinya bagi Mahasiswa?
Prestasi Yuliyani, Intan Pratiwi, Muhamad Haedar Ali, dan Huda Ashshidiq juga memperlihatkan bahwa prestasi olahraga dapat berjalan berdampingan dengan kehidupan akademik.
Para atlet tersebut berasal dari program studi yang berbeda, yakni Administrasi Publik, Gizi, Teknik Sipil, dan Pendidikan Teknologi Informasi.
Artinya, mahasiswa dari berbagai bidang keilmuan memiliki peluang untuk berprestasi melalui jalur olahraga sekaligus membawa identitas akademiknya di arena kompetisi.
Bagi UNIBA, perkembangan petanque dapat menjadi investasi jangka panjang. Bukan hanya untuk menambah jumlah medali dalam kompetisi antarmahasiswa, tetapi juga untuk membangun regenerasi atlet dan memperluas kontribusi perguruan tinggi terhadap pembinaan olahraga di Banten.
POMPROV VIII Banten 2026 sendiri diikuti sekitar 1.270 atlet mahasiswa dari 38 perguruan tinggi dan mempertandingkan 11 cabang olahraga. Ajang yang dibuka Gubernur Banten Andra Soni tersebut berlangsung di Kota Cilegon sejak 29 Agustus dan dijadwalkan berakhir pada 5 September 2026.
Dengan demikian, medali petanque UNIBA hari ini dapat dibaca sebagai dua hal sekaligus: prestasi yang patut dirayakan dan potensi yang perlu dibina.
Sebab, bagi olahraga Banten, atlet mahasiswa yang berprestasi hari ini bukan tidak mungkin menjadi bagian dari kekuatan olahraga daerah pada masa mendatang.***