SERANG, UNIBADAILY.ID – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Serang memberikan penghargaan kepada Furtasan Ali Yusuf sebagai Tokoh Pendidikan Banten atas kontribusi dan dedikasinya dalam memajukan dunia pendidikan, khususnya di Kota Serang dan Provinsi Banten.
Penganugerahan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kiprah panjang Prof. Furtasan dalam membangun ekosistem pendidikan, mulai dari pendidikan usia dini hingga perguruan tinggi, serta konsistensinya dalam memperjuangkan kebijakan pendidikan di tingkat daerah maupun nasional.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Serang, KH. Saifun Nawasi, mengatakan penghargaan tersebut diberikan karena Prof. Furtasan dinilai memiliki kontribusi nyata dalam memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Banten.
“Beliau bukan hanya akademisi, tetapi juga tokoh yang konsisten membangun pendidikan dari akar rumput. Dedikasi beliau terlihat nyata melalui pengembangan lembaga pendidikan, penguatan pendidikan Islam, hingga perjuangan kebijakan pendidikan di ruang legislatif,” ujar Saifun Nawasi.
Menurutnya, di tengah tantangan pendidikan yang semakin kompleks, figur seperti Prof. Furtasan menjadi penting karena mampu menjembatani dunia akademik, sosial, dan kebijakan publik secara bersamaan.
“PCNU Kota Serang memandang beliau sebagai sosok yang menginspirasi, terutama bagi generasi muda Banten. Pendidikan tidak cukup hanya dibangun dengan wacana, tetapi membutuhkan keteladanan dan kerja nyata seperti yang beliau lakukan selama ini,” katanya.
Senada dengan itu, Sekretaris PCNU Kota Serang, Akbarudin, menilai penghargaan tersebut juga menjadi bentuk penghormatan kepada putra daerah yang berhasil membangun pendidikan dengan tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman dan pengabdian masyarakat.
“Prof. Furtasan adalah contoh bagaimana pendidikan dapat menjadi jalan pengabdian sosial. Beliau membangun lembaga pendidikan secara berjenjang dan tetap menjaga orientasi pendidikan yang humanis dan religius,” ujarnya.
Saat ini, Prof. Furtasan dikenal sebagai salah satu tokoh pendidikan di Banten. Selain menjabat Ketua Dewan Pembina Yayasan Universitas Bina Bangsa (UNIBA), ia juga mengembangkan Sekolah Islam Terpadu (SIT) Bina Bangsa yang mencakup jenjang Play Group, TK Islam, SDIT, SMPIT, hingga SMAIT.
Tidak hanya di dunia pendidikan, kiprah Prof. Furtasan juga dikenal di dunia politik dan kebijakan publik. Ia pernah menjadi anggota DPRD Kota Serang dan DPRD Provinsi Banten dengan fokus pada bidang pendidikan. Kini, ia dipercaya menjabat sebagai Anggota Komisi X DPR RI dari Daerah Pemilihan Banten II yang membidangi pendidikan, kebudayaan, riset, olahraga, dan kepemudaan.
Dalam keterangannya, Furtasan Ali Yusuf menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan PCNU Kota Serang. Menurutnya, penghargaan tersebut bukan hanya ditujukan kepada dirinya secara pribadi, tetapi juga untuk seluruh insan pendidikan yang selama ini bersama-sama membangun kualitas generasi bangsa.
“Saya percaya pendidikan adalah jalan utama membangun peradaban. Apa yang saya lakukan sejauh ini hanyalah bagian kecil dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan pendidikan yang lebih baik, lebih inklusif, dan lebih bermartabat bagi masyarakat,” ujar Prof. Furtasan.
Putra asli Pulo Panjang, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang itu menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh berhenti hanya pada aspek akademik semata, tetapi juga harus membentuk karakter, integritas, dan nilai kemanusiaan.
“Banten memiliki potensi besar. Yang harus kita bangun bukan hanya gedung sekolah atau kampus, tetapi juga budaya belajar, budaya berpikir, dan budaya mencintai ilmu pengetahuan,” katanya.
Ia juga berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus memperkuat kolaborasi antara lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, pemerintah, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Banten.
Penganugerahan Tokoh Pendidikan Banten ini sekaligus menjadi simbol penghormatan terhadap dedikasi panjang seorang putra daerah yang mengabdikan hidupnya bagi dunia pendidikan dan pemberdayaan generasi muda di Tanah Jawara.***