UNIDAILAY.ID, Serang – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bina Bangsa menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Penulisan Artikel Ilmiah Bereputasi SINTA 1–2 dan Scopus yang dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (MoA) bersama Relawan Jurnal Indonesia (RJI).
Kegiatan berlangsung di Auditorium Gedung D Lantai 6 Universitas Bina Bangsa dan diikuti oleh dosen jabatan fungsional Lektor yang eligible menuju Lektor Kepala, serta dosen lainnya.
Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat budaya akademik dan meningkatkan daya saing publikasi ilmiah dosen di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam sambutannya, Kepala LPPM Universitas Bina Bangsa Encep Saefullah menegaskan bahwa publikasi ilmiah bereputasi bukan lagi sekadar kewajiban administratif, tetapi telah menjadi indikator utama kinerja perguruan tinggi.
“Publikasi ilmiah hari ini bukan hanya tentang memenuhi kewajiban tridarma, tetapi tentang membangun reputasi akademik institusi. Kita harus bergerak dari sekadar menulis menjadi menghasilkan karya ilmiah yang memiliki kebaruan, dampak, dan kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan,” tegas Kepala LPPM Universitas Bina Bangsa.
Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan ini dirancang tidak berhenti pada tataran teoritis, melainkan memberikan pendampingan praktis melalui workshop dan klinik artikel.
“Kami ingin kegiatan ini menghasilkan output yang terukur. Targetnya jelas: meningkatnya jumlah artikel dosen pada jurnal SINTA 1–2 dan Scopus, meningkatnya sitasi, serta percepatan kenaikan jabatan fungsional. Oleh karena itu, peserta kami dorong hadir dengan membawa draft artikel,” tambahnya.
Rektor Universitas Bina Bangsa Prof. Bambang Dwi Suseno dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh terhadap penguatan riset dan publikasi dosen sebagai bagian dari transformasi mutu perguruan tinggi.
Menurutnya, peningkatan jumlah artikel pada jurnal bereputasi akan berdampak langsung pada reputasi institusi serta capaian Indikator Kinerja Utama (IKU).
Sementara itu, perwakilan RJI Wakil Ketua 2 RJI Pusat Andista Candra Yusro memaparkan berbagai strategi teknis dan substantif dalam menulis artikel ilmiah bereputasi, mulai dari pemahaman kebijakan publikasi nasional dan internasional, penyusunan struktur artikel yang kuat, penguatan metodologi penelitian, hingga strategi submission dan respon terhadap reviewer jurnal.

Dalam sesi materi, narasumber dari RJI, Andista Candra Yusro, menekankan pentingnya memahami lanskap kebijakan publikasi nasional dan internasional sebelum melakukan submission.
“Banyak artikel sebenarnya sudah baik secara substansi, tetapi gagal karena tidak memahami scope jurnal, template, dan standar metodologi yang dipersyaratkan. Strategi memilih jurnal dan memahami ekspektasi reviewer menjadi kunci utama,” jelasnya.
Sementara itu, narasumber lainnya, Ahmad Habibi ketua pengurus daerah RJI Banten, menyoroti aspek teknis dan struktur penulisan artikel bereputasi.
“Artikel bereputasi tidak hanya kuat di teori, tetapi juga harus jelas pada kebaruan penelitian (novelty), ketajaman analisis, serta konsistensi antara rumusan masalah, metode, dan pembahasan. Penulis harus mampu menunjukkan kontribusi ilmiah secara eksplisit,” ungkapnya saat sesi workshop.