UNIBADAILY.ID, Serang – Dalam meningkatkan kualitas penelitian kualitatif dan publikasi artikel pada jurnal bereputasi, program pascasarjana Magister Manajemen Universitas Bina Bangsa (UNIBA), mengadakan Coaching Clinic 2024 : Peningkatan Kualitas Penelitian Kualitatif, Penulisan Artikel Ilmiah dan Publikasi pada Jurnal Bereputasi, Sabtu (06/07/2024).
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam 2 sesi yaitu, sesi umum dan sesi paralel dengan beberapa kategori bahasan, bidang Peningkatan Pemahaman Penelitian Kualitatif dibahas oleh Prof. Naf’an Tarihoran, S.Pd., M.Hum. Guru Besar dan Wakil Direktur Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, dan bidang Penulisan Artikel Ilmiah & Publikasi Jurnal bereputasi oleh Yeni Januarsi, S.E., Akt., M.Sc., CA., Ph.D. Kepala Pusat Peneliti Ekonomi Kreatif, Digitalisasi, dan Sosial Media, LPPM Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, dan juga sebagai reviewer pada jurnal bereputasi ilmiah Managerial Finanace (Emerald Q3); Mineral Economics (SPRINGER Q2); Eurasian Business Q1; Applied Economics Q2 (Francis and Taylor), dan JIEB UGM Q3.
Direktur pascasarjana UNIBA Prof. Drs. M. Soeparmoko, M.A., Ph.D. dalam sambutannya menyatakan bahwa dosen maupun mahasiswa dituntut untuk membuat karya ilmiah yang berkualitas yang terdokumentasi dalam bentuk manuskrip atau naskah publikasi yang merupakan hasil tulisan atau karya tulis yang telah di susun dan siap untuk dipublikasikan di jurnal Nasional maupun internasional bereputasi.
Manuskrip karya ilmiah akan memberikan kontribusi penting dalam pengembangan, penyebarluasan dan mengupayakan ilmu pengetahuan. penyebarluasan ilmu pengetahuan dilakukan melalui berbagai kegiatan publikasi ilmiah, seperti jurnal ilmiah, prosiding, ataupun kumpulan abstrak tulisan ilmiah, baik melalui media cetak maupun elektronik (CD ROM, e-book, internet).
“Dalam publikasi di jurnal berputasi, memahami dan membuat karya ilmiah berkualitas saja tidak cukup, dosen dan mahasiswa harus juga mampu memilih dan memilah jurnal publikasi yang tidak sembarang, selain kecocokan tema penelitian, gaya selingkung yang kita miliki harus bisa disesuaiakan dengan gaya selingkung publisher, dan kita harus hati-hati juga karena saat ini banyak bermunculan jurnal predator dan juga jurnal bereputasi internasional yang discontinued jadi dalam coaching clinic ini, mohon gunakan kesempatan ini sebaik mungkin untuk menggali, memahami, informasi sebanyak mungkin”, Prof. Soeparmoko menegaskan.
Pemaparan materi tentang peningkatan pemahaman penelitian kualitatif dan penulisan Artikel & Publikasi disampikan oleh Wakil Direktur Pascasarjana UIN SMH Banten Prof. Naf’an Tarihoran, S.Pd., M.Hum., dalam diskusinya menyatakan bahwa “penelitian kualitatif” mengacu pada penelitian dengan pendekatan deskriptis dan penggunaan analisis yang konsisten. Proses dan hasil (perspektif subjek) lebih mudah ditafsirkan dalam penelitian kualitatif.
Teori digunakan sebagai panduan untuk memastikan bahwa fokus investigasi sesuai dengan fakta yang ada. Tidak hanya itu, kerangka teori ini juga berguna untuk memberikan panduan umum tentang metodologi penelitian dan sebagai sarana untuk menjelaskan temuan penelitian.
Terdapat perbedaan antara landasan teori dalam penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif.“Pada penelitian kualitatif, peneliti menggunakan teori-teori yang ada sebagai dasar penjelasan dan diakhiri dengan “teori” tertentu. Sebaliknya, dalam penelitian kuantitatif, peneliti menggunakan teori-teori yang ada sebagai alat penjelasan dan diakhiri dengan data”, Prof. Naf’an menegaskan.

Sementara itu, akademisi Untirta Yeni Januarsi dalam paparannya dengan materi: mengubah skripsi/tesis menjadi artikel yang diterbitkan pada jurnal sinta 2 atau jurnal bereputasi internasional. Menjelaskan bahwa gaya selingkung merupakan jati diri suatu karya berkala. gaya ini tumbuh dan berkembang dalam suatu rentang waktu dan menjadi matang setelah kemantapannya memapankan diri. Dari kenyataan ini terlihat bahwa gaya selingkung itu bersifat dinamis.
Pembuatan artikel untuk jurnal, tentu harus memperhatikan gaya selingkung dari jurnal tersebut. Ada tiga komponen yang menentukan gaya selingkung suatu berkala, yaitu pertama, perwajahan dan format kedua, pola penulisan, dan ketiga, kedalaman dan kerincian penyajian. Kemantapan wajah berkala (ukuran, warna, hiasan, isi, dan tata letak sampul) setiap terbit merupakan kesan pertama yang diamati orang. Format dan tata letak halaman, tipe dan ukuran huruf, sistem penomoran, organisasi atau pengaturan isi naskah, jenis kertas, dan faktor penampilan fisik merupakan tolok ukur kecermatan para penyunting mempertahankan kemapanan gaya selingkungnya.
Author harus menyelaraskan antara gaya pribadi author sebagai penyumbang naskah dengan gaya selingkung yang dianut oleh publisher. “oleh karena itu dalam mengkonversi karya mahasiswa baik skripsi atau tesis menjadi artikel ilmiah untuk publikasi pada jurnal bereputasi, gaya selingkung yang digunakan pada penulisan skripsi atau tesis itu dipastikan akan berbeda dengan gaya selingkung jurnal publisher, maka karya kita harus diselaraskan dengan publisher yang dituju, dan kita harus benar-benar paham gaya selingkung-nya, agar artikel ilmiah kita dapat diterima”, Yeni menambahkan.
“Beberapa hal yang harus diperiksa kembali adalah cakupan konstruk teori, ketepatan metode, ketersedian dan kualitas data, interpretasi hasil dan temuan (novelty),” lanjut Yeni.
Acara ini berakhir dengan semangat baru bagi para peserta untuk terus mengembangkan karya ilmiah yang bukan hanya bisa diterbitkan pada jurnal sinta 1 dan 2, tetapi harus mampu juga terbit pada jurnal bereputasi internasional, dan ini akan menjadikan program pascasarjana UNIBA sebagai salah satu pusat unggulan penghasil karya ilmiah di tingkat global” ***(editor: caha)