UNIBADAILY.ID, Serang – Universitas Bina Bangsa (UNIBA) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) baru-baru ini menyelenggarakan acara teater yang menarik perhatian banyak kalangan, termasuk para civitas akademika yang digelar pada hari, Sabtu, (31/1/2026).
Pentas ini menjadi bukti bahwa pembelajaran sastra di bangku kuliah tidak hanya berhenti pada teori, tetapi juga diwujudkan melalui ekspresi seni yang hidup dan bermakna.
Acara yang digelar di Kampus 2 FKIP Universitas Bina Bangsa ini berhasil mengundang sejumlah tamu penting, di antaranya Kepala Program Studi (Kaprodi) dan Sekretaris Program Studi (Sekprodi) Bahasa Indonesia serta mahasiswa dari PBSI, yang turut hadir untuk memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan seni budaya ini.
Mahasiswa PBSI tampil kompak dengan balutan kostum teatrikal yang beragam dan penuh simbol. Setiap peran dibawakan dengan ekspresi kuat, didukung tata rias dan busana yang mencerminkan karakter cerita. Meski panggung dibuat sederhana, suasana dramatik tetap terasa dan mampu menghidupkan alur pertunjukan.
Pentas teater ini merupakan bagian dari praktik pembelajaran seni pertunjukan yang dirancang untuk melatih kepekaan sastra, kemampuan berbicara, penghayatan karakter, serta kerja sama tim antarmahasiswa.
Penampilan teater mahasiswa PBSI UNIBA ini mendapat respons positif dari kaprodi, sekprodi, dosen pendamping dan penonton.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari pembelajaran kreatif untuk mencetak calon pendidik Bahasa dan Sastra Indonesia yang adaptif, ekspresif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Kaprodi Bahasa Indonesia, Desma Yuliadi Saputra, dalam sambutannya mengungkapkan pentingnya kegiatan seni seperti teater dalam membentuk karakter dan mengembangkan kreativitas mahasiswa.
“Selain sebagai media untuk mengekspresikan diri, teater juga mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan yang sangat relevan dengan pengajaran bahasa dan sastra,” ujarnya.
Sekprodi Bahasa Indonesia, Rina Andriani, turut menambahkan bahwa acara seperti ini memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam berakting, berbicara, dan bekerja sama dalam sebuah tim.
“Ini adalah bentuk dukungan kami terhadap kreativitas mahasiswa, yang dapat memberikan pengalaman berharga dalam dunia seni dan budaya,” ungkapnya.
Sementara itu, Dosen pengampu mata kuliah, Dewi Susanti menyampaikan kegiatan semacam ini penting untuk meningkatkan kepekaan sosial mahasiswa serta melatih keterampilan komunikasi dan ekspresi diri mereka.
“Teater ini bukan hanya tentang hafal dialog, tetapi bagaimana mahasiswa mampu mengekspresikan karakter, mengolah emosi, dan bekerja sama sebagai sebuah tim teater,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar lebih sering untuk mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa di luar ruang kelas.
Salah satu perwakilan mahasiswa sekaligus panitia kegiatan mengungkapkan bahwa pementasan ini menjadi pengalaman berharga bagi seluruh pemain.
“Lewat teater ini kami belajar memahami sastra tidak hanya lewat teks, tapi juga lewat rasa, gerak, dan ekspresi. Prosesnya menantang, tapi sangat bermakna,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa PBSI UNIBA diharapkan mampu mengimplementasikan teori drama dan sastra secara praktis, sekaligus mengembangkan kreativitas, kepercayaan diri, dan kemampuan berkolaborasi dalam seni pertunjukan teater.***