SERANG, UNIBADAILY.ID – Universitas Bina Bangsa (UNIBA) menyelenggarakan prosesi Wisuda ke-19 yang meliputi Program Diploma Tiga (D-III) Angkatan II, Program Sarjana Angkatan XIX, dan Program Magister Angkatan VII di UNIBA Convention Center, Kampus 3 Fikes UNIBA. Sabtu (7/11/2026).
Momentum ini menjadi tonggak penting bagi para lulusan dalam menuntaskan perjalanan pendidikan tinggi selama 4 tahun.
Sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja, dunia usaha dan pengabdian kepada masyarakat.
Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan dengan dihadiri jajaran pimpinan universitas, pengurus yayasan, sivitas akademika, tamu undangan dan orang tua wisudawan.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen Universitas Bina Bangsa dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, kompeten, berkarakter, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan bangsa.
Rektor Universitas Bina Bangsa, Prof. Bambang Dwi Suseno dalam sambutannya menyampaikan keberhasilan penyelenggaraan pendidikan tinggi harus diukur tidak hanya dari jumlah lulusan, tetapi juga dari kualitas, kompetensi, integritas, dan kontribusi nyata para alumni bagi masyarakat.
Dalam sambutannya Rektor mengusung semangat Kompeten, Berintegritas, dan Mengabdi, Rektor menekankan pentingnya penerapan prinsip Good University Governance (GUG) atau tata kelola perguruan tinggi yang baik sebagai fondasi pengembangan UNIBA.
Terdapat tujuh pilar utama yang menjadi landasan penguatan tata kelola tersebut, yakni transparansi, integritas, tanggung jawab, independensi, keadilan, mutu dan relevansi, serta efektivitas dan efisiensi.
Rektor menyampaikan lima pesan penting kepada seluruh wisudawan, “tidak pernah berhenti belajar, menjaga integritas dan karakter, membangun kolaborasi dan jejaring, berani berinovasi, serta menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama”, jelasnya.
Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pembina Yayasan Prof. Furtasan Ali Yusuf menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah berhasil menyelesaikan perjalanan akademiknya.
Beliau menegaskan bahwa, “wisuda bukanlah titik akhir dari proses pembelajaran, melainkan titik awal untuk mengamalkan ilmu pengetahuan dan memberikan kontribusi yang lebih luas kepada masyarakat”, ungkapnya.
Menurutnya, gelar akademik merupakan sebuah amanah yang harus diwujudkan melalui tiga hal utama, yaitu amanah ilmu, amanah karakter, dan amanah manfaat. Para lulusan diharapkan mampu menerapkan pengetahuan untuk menjawab berbagai persoalan nyata, menjaga kejujuran dan tanggung jawab, serta menghasilkan karya dan pelayanan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Kemudian, kesempatan tersebut, Ketua Dewan Pembina juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada para orang tua serta wali wisudawan yang telah memberikan doa, pengorbanan, dan dukungan selama proses pendidikan.
Apresiasi juga diberikan kepada seluruh dosen dan tenaga kependidikan UNIBA yang telah berperan dalam membimbing, mendidik, dan membentuk karakter mahasiswa hingga mencapai keberhasilan hari ini.
Lebih lanjut, beliau mengingatkan para lulusan agar senantiasa menjaga integritas, berani berkarya dan beradaptasi terhadap perubahan, serta tetap menjaga hubungan dengan almamater. Para alumni diharapkan tidak hanya berorientasi pada keberhasilan pribadi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah, bangsa, dan kemanusiaan.
Sejalan dengan visi Universitas Bina Bangsa untuk menjadi universitas terkemuka, unggul, berkarakter, dan berdaya saing global yang berdampak bagi pembangunan bangsa tahun 2042, Ketua Dewan Pembina berharap UNIBA terus memperkuat tata kelola, meningkatkan mutu pembelajaran, mengembangkan riset dan kemitraan, serta menghadirkan layanan pendidikan yang mendukung terbentuknya insan berkarakter.
Beliau juga mengajak seluruh wisudawan untuk menjadikan ilmu pengetahuan sebagai sarana memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya bagi kemajuan Provinsi Banten dan Indonesia.
Kehadiran Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Khairul Munadi, menjadi salah satu perhatian penting dalam penyelenggaraan wisuda tersebut.
Kehadiran pimpinan pendidikan tinggi nasional ini sekaligus mencerminkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, pesan mengenai pentingnya peningkatan mutu pendidikan tinggi, penguatan relevansi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja, serta pengembangan inovasi dan riset menjadi hal yang relevan bagi perjalanan Universitas Bina Bangsa ke depan.
Perguruan tinggi dituntut untuk terus bertransformasi agar mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi, daya saing, dan kepedulian sosial.
Wisuda ke-19 Universitas Bina Bangsa yang mencakup lulusan Program Diploma Tiga Angkatan II, Sarjana Angkatan XIX, dan Magister Angkatan VII ini menjadi bukti keberlanjutan pengembangan institusi dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi pada berbagai jenjang.
Lebih dari sekadar seremoni akademik, wisuda merupakan bentuk pertanggungjawaban perguruan tinggi kepada masyarakat atas proses pendidikan yang telah dilaksanakan.
Para lulusan diharapkan mampu menjadi agen perubahan, mengembangkan potensi daerah, menciptakan inovasi, serta mengambil bagian dalam pembangunan nasional.
Melalui momentum wisuda ini, Universitas Bina Bangsa meneguhkan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat budaya akademik, mengembangkan penelitian, dan memperluas kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dengan semangat tersebut, para wisudawan dan wisudawati diharapkan mampu membawa nama baik almamater serta melangkah menuju masa depan dengan optimisme, integritas, dan semangat untuk terus belajar dan berkarya.***