SERANG, UNIBADAILY.ID – Universitas Bina Bangsa (UNIBA) menggelar pengukuhan Guru Besar Prof. Sutisna di bidang Ilmu Manajemen pada hari Sabtu, (11/04/2026). Acara yang berlangsung di Auditorium Gedung D UNIBA tersebut dihadiri oleh keluarga, kolega, dekan, wakil dekan, serta kaprodi dari berbagai fakultas di Universitas Bina Bangsa.
Pengukuhan ini menjadi momen penting dalam perjalanan akademik Universitas Bina Bangsa, yang kembali menambah daftar akademisi berprestasi di dunia perguruan tinggi Indonesia. Prof. Sutisna, yang telah lama mengabdi dalam dunia pendidikan, menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Nasionalisme dan Etnosentrisme Konsumen sebagai Benteng Ekonomi Nasional”.
Acara pengukuhan dibuka dengan sambutan hangat dari Rektor Universitas Bina Bangsa, Prof. Bambang D Suseno, yang menyampaikan rasa bangga dan harapan besar terhadap Prof. Sutisna.
“Seorang Guru Besar adalah ilmuwan, a scholar of depth yang dituntut untuk terus memperkaya body of knowledge. Namun pada saat yang sama, ia adalah pendidik a teacher of impact yang membentuk generasi, menanamkan nilai, dan menyalakan api keilmuan dalam jiwa mahasiswa,” ungkapnya.
Peran bidang ilmu manajemen ini menjadi semakin strategis. Dunia hari ini bergerakcepat dynamic, disruptive, and highly competitive. Maka, ilmu manajemen tidak boleh statis. Ia harus adaptif, kontekstual, dan transformatif.
Rektor menekankan, di tangan seorang Guru Besar, ilmu manajemen tidak hanya diajarkan, tetapi dihidupkan. Tidakhanya dipahami, tetapi diterapkan. Tidak hanya ditulis, tetapi dirasakan manfaatnya.
Setelah sambutan dari Rektor, acara dilanjutkan dengan sambutan Pembina Yayasan Universitas Bina Bangsa, Prof. Furtasan Ali Yusuf, yang juga memberikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian Prof. Sutisna.
“Pencapaian ini adalah bukti komitmen dan kerja keras Prof. Sutisna dalam memajukan ilmu manajemen. Kami akan terus mendukung upaya dalam memajukan pendidikan tinggi di Indonesia,” ungkapnya.
Dalam orasi tersebut, prof. sutisna memaparkan bagaimana pemahaman tentang nasionalisme dan etnosentrisme dapat memengaruhi pola konsumsi masyarakat Indonesia, yang pada gilirannya dapat memperkuat perekonomian nasional.
Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Sutisna memaparkan bahwa nasionalisme dan etnosentrisme konsumen bukanlah sekadar fenomena sosial, tetapi merupakan pilar yang sangat penting dalam menjaga stabilitas dan kemandirian ekonomi Indonesia.
Menurut prof. sutisna, pemahaman terhadap keduanya dapat memperkuat pola konsumsi yang mendukung produk-produk dalam negeri, yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia di tingkat global.
“Nasionalisme yang disertai dengan kesadaran etnosentrisme yang sehat akan mendorong konsumen untuk lebih mencintai produk lokal, sehingga membuka peluang bagi UMKM untuk berkembang. Ini adalah strategi yang tidak hanya menguntungkan di tingkat mikro, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian negara,” kata Prof. Sutisna.
Pengukuhan ini tidak hanya menjadi bukti integritas Prof. Sutisna sebagai akademisi, tetapi juga sebagai motivasi bagi seluruh sivitas akademika Universitas Bina Bangsa untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang manajemen, yang diharapkan dapat mendukung kemajuan ekonomi nasional.
Acara pengukuhan Guru Besar ini diakhiri dengan do’a bersama dan sesi foto bersama keluarga besar Universitas Bina Bangsa. Prof. Sutisna mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada keluarga, teman, dan seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan karir akademiknya.
“Ini adalah awal baru bagi saya untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam membangun bangsa melalui pendidikan dan penelitian,” ujarnya.
Dengan pengukuhan Guru Besar ketiga ini, Universitas Bina Bangsa semakin mengukuhkan posisinya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang mencetak akademisi berkualitas yang siap memberikan dampak positif bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan ekonomi Indonesia.***