JAKARTA, UNIBADAILY.ID – Dosen Universitas Bina Bangsa (UNIBA) mendapat prestasi membanggakan ditorehkan oleh Dewi Surani yang terpilih sebagai pemakalah dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) dengan tema Shaping Future Generations: Strengthening Technology-Enhanced Language Teaching on Literacy and Character Development.
Pemakalah dari berbagai negara di ASEAN turut hadir dalam kegiatan tersebut, dari sekian ratus pemakalah dari banyak negara ASEAN perwakilan dari Universitas Bina Bangsa terpilih untuk mempresentasikan hasil penelitiannya.
Dalam kesempatan tersebut, Dewi Surani mempresentasikan hasil penelitian berjudul “Meaningful Digital Materials and Self-Regulated Learning in EFL Speaking: A Mixed-Methods Study.”
Kegiatan tersebut diselenggarakan di Hotel Rà Suites, Simatupang, Jalan T.B. Simatupang Nomor 30, Cilandak, Jakarta Selatan. Keikutsertaan sebagai pemakalah menjadi momentum penting bagi Dewi Surani untuk memperkenalkan hasil penelitian sekaligus berbagi gagasan dan temuan akademik dengan para akademisi, peneliti, pendidik, dan peserta dari berbagai institusi pendidikan.
Penelitian yang dipresentasikan mengangkat isu penting dalam pembelajaran English as a Foreign Language (EFL), khususnya mengenai pemanfaatan digital materials yang bermakna dan kemampuan mahasiswa dalam menerapkan self-regulated learning untuk meningkatkan keterampilan berbicara atau speaking dalam bahasa Inggris.
Melalui pendekatan mixed methods, penelitian tersebut tidak hanya melihat capaian pembelajaran secara kuantitatif, tetapi juga menggali pengalaman, proses, dan strategi belajar peserta didik dalam memanfaatkan materi digital.
Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai hubungan antara kualitas materi digital, kemandirian belajar, dan perkembangan kemampuan berbicara dalam pembelajaran bahasa Inggris.
Dewi Surani menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital memberikan peluang besar bagi dunia pendidikan, khususnya dalam menyediakan sumber belajar yang lebih fleksibel, interaktif, dan kontekstual. Namun, keberadaan teknologi dan materi digital perlu diimbangi dengan kemampuan mahasiswa untuk mengelola proses belajarnya secara mandiri.
“Materi digital yang bermakna akan memberikan hasil yang lebih optimal ketika mahasiswa memiliki kemampuan untuk mengatur, memonitor, dan mengevaluasi proses belajarnya sendiri. Karena itu, digital learning dan self-regulated learning perlu dipandang sebagai dua aspek yang saling melengkapi,” ujar Dewi.
Keterpilihan Dewi Surani sebagai pemakalah pada forum SEAMEO juga menjadi bentuk kontribusi akademik dalam memperluas diseminasi hasil penelitian di tingkat regional.
Forum semacam ini memiliki arti penting dalam membangun jejaring akademik, membuka ruang pertukaran pengetahuan, serta mendorong kolaborasi penelitian di bidang pendidikan dan pembelajaran berbasis teknologi.
Keikutsertaan tersebut diharapkan semakin memperkuat budaya akademik dan penelitian, sekaligus mendorong para dosen dan akademisi untuk terus menghasilkan penelitian yang relevan dengan perkembangan teknologi pendidikan dan kebutuhan pembelajaran di era digital.
Penelitian “Meaningful Digital Materials and Self-Regulated Learning in EFL Speaking: A Mixed-Methods Study”sekaligus menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran bahasa tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga dengan bagaimana teknologi tersebut dirancang dan dimanfaatkan untuk mendorong mahasiswa menjadi pembelajar yang aktif, mandiri, reflektif, dan mampu mengembangkan kompetensi komunikasi secara berkelanjutan.
Prestasi Dewi Surani ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas penelitian, publikasi, dan partisipasi dalam forum akademik nasional maupun internasional.
Dengan demikian, hasil penelitian tidak berhenti pada ruang kelas atau publikasi ilmiah, tetapi dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan yang adaptif terhadap transformasi digital.***