BATUBANTAR, UNIBADAILY.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa (UNIBA) Kelompok 74 menghadirkan program pemasangan kaca cembung atau convex mirror di salah satu titik persimpangan strategis di Kampung Panday, Desa Batubantar, Kabupaten Pandeglang, Rabu (12/8/2026).
Program tersebut dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan pada persimpangan yang memiliki keterbatasan jarak pandang.
Pemasangan kaca cembung menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKM UNIBA Kelompok 74 dalam menjawab kebutuhan masyarakat di lokasi pengabdian.
Sebelum pelaksanaan program, mahasiswa terlebih dahulu melakukan observasi terhadap kondisi lingkungan dan berdiskusi dengan masyarakat mengenai sejumlah persoalan yang berkaitan dengan keselamatan serta fasilitas umum di wilayah Kampung Panday.
Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, salah satu persoalan yang ditemukan adalah terbatasnya pandangan pengendara ketika melintasi persimpangan tertentu.
Kondisi jalan dan posisi bangunan di sekitar persimpangan menyebabkan pengendara harus lebih berhati-hati karena kendaraan dari arah berlawanan tidak selalu dapat terlihat secara langsung.
Ketua KKM UNIBA Kelompok 74, Muhammad Akbar Ramadhan, menjelaskan bahwa program pemasangan kaca cembung merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap aspek keselamatan masyarakat yang menggunakan akses jalan tersebut setiap hari.
“Program ini berangkat dari hasil observasi kami selama berada di Kampung Panday. Kami melihat terdapat persimpangan dengan jarak pandang yang cukup terbatas sehingga berpotensi menimbulkan risiko bagi pengguna jalan. Melalui pemasangan kaca cembung ini, kami berharap pengendara dapat melihat kendaraan dari arah lain dengan lebih jelas sebelum melewati persimpangan,” ujar Akbar.
Ia menambahkan bahwa kegiatan KKM tidak hanya berorientasi pada penyelenggaraan program secara seremonial, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan kegiatan yang memiliki manfaat langsung dan dapat digunakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Menurutnya, keberadaan kaca cembung diharapkan menjadi fasilitas sederhana yang memiliki dampak nyata terhadap peningkatan kewaspadaan masyarakat saat berkendara.
Sementara itu, Koordinator Bidang Tata Kelola Pemerintahan Desa, Pelayanan Publik, dan Inovasi Teknologi KKM UNIBA Kelompok 74, Abdul Latif, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari implementasi inovasi teknologi sederhana yang dapat diterapkan untuk membantu menyelesaikan persoalan di lingkungan masyarakat.
“Inovasi teknologi tidak selalu harus berbentuk teknologi yang kompleks. Kaca cembung merupakan salah satu teknologi sederhana, tetapi memiliki fungsi yang sangat penting dalam meningkatkan visibilitas dan keamanan di persimpangan. Kami mencoba menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi lingkungan Kampung Panday,” jelas Latif.
Menurut Abdul Latif, program tersebut juga sejalan dengan semangat pelayanan publik karena fasilitas yang dipasang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali.
Pemasangan dilakukan dengan mempertimbangkan posisi dan sudut pandang yang tepat agar kaca cembung dapat memberikan cakupan visual yang optimal bagi pengendara dari berbagai arah.
Mahasiswa KKM juga berkoordinasi dengan masyarakat setempat dalam menentukan titik pemasangan sehingga fasilitas tersebut dapat berfungsi secara maksimal.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKM UNIBA Kelompok 74, Arfian Suryasuciramdhan, memberikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa dalam merancang program yang didasarkan pada kebutuhan riil masyarakat.
“Program KKM idealnya memang tidak berhenti pada aktivitas akademik, tetapi harus mampu memberikan solusi terhadap persoalan yang ditemukan di masyarakat. Pemasangan kaca cembung ini merupakan contoh program yang sederhana, aplikatif, dan memiliki manfaat langsung bagi keselamatan warga,” ungkap Arfian.
Ia menambahkan bahwa mahasiswa perlu menjadikan kegiatan KKM sebagai ruang pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan dalam mengidentifikasi persoalan, berkomunikasi dengan masyarakat, serta menyusun solusi yang realistis dan berkelanjutan.
Melalui program ini, KKM UNIBA Kelompok 74 berharap kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas semakin meningkat.
Keberadaan kaca cembung di persimpangan Kampung Panday diharapkan mampu membantu pengendara mengantisipasi kendaraan dari arah lain, khususnya pada titik jalan yang memiliki area pandang terbatas.
Selain menjadi sarana pendukung keselamatan, program tersebut juga menunjukkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah desa dapat menghasilkan inovasi sederhana yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan.
KKM UNIBA Kelompok 74 berkomitmen untuk terus menjalankan berbagai program pengabdian yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, serta pemanfaatan inovasi yang dapat mendukung pembangunan Kampung Panday secara berkelanjutan.***