UNIBADAILY.ID, Serang – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan dan kesadaran terhadap potensi bencana gempa bumi, Universitas Bina Bangsa (UNIBA) menggelar simulasi mitigasi bencana gempa bumi, Kamis, (22/01/2026).
Acara ini dihadiri oleh narasumber dari berbagai lembaga terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi Banten, Bapena PPNI Kota Serang, dan Forum Perguruan Tinggi Pengurangan Risiko Bencana (FPTPRB) Provinsi Banten.
Simulasi yang diselenggarakan di auditorium Kampus Fakultas Kesehatan UNIBA ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada civitas akademika mengenai langkah-langkah yang harus diambil saat terjadi gempa bumi.
Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk mengedukasi para peserta tentang pentingnya mitigasi bencana yang terencana dengan baik, guna meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
Dalam pemaparan materinya BPBD Provinsi Banten, Sukmawijaya, menyampaikan bahwa simulasi ini sangat penting sebagai langkah awal dalam upaya penanggulangan bencana.
“Simulasi ini menjadi momen penting untuk mempersiapkan seluruh elemen masyarakat, terutama di lingkungan kampus, yang rentan terhadap bencana alam. Oleh karena itu, kita sangat mendukung kegiatan seperti ini,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan dari Forum Perguruan Tinggi Pengurangan Risiko Bencana (FPTPRB), Sri Wahyuni, menjelaskan peran penting perguruan tinggi dalam meningkatkan kesadaran tentang mitigasi bencana.
“Sebagai institusi pendidikan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang cerdas, tetapi juga siap menghadapi tantangan dan bencana alam yang bisa terjadi kapan saja,” tuturnya.
Sementara itu, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banten, Pijar Fitrio Nugraha , dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kesadaran dini terhadap risiko gempa bumi, mengingat wilayah Banten termasuk dalam zona rawan gempa.
“Simulasi ini merupakan langkah konkret untuk mempersiapkan masyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi. Selain itu, kami juga ingin menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi-organisasi terkait dalam upaya pengurangan risiko bencana,” ujar Pijar.
Sementara itu, Wakil Ketua PPNI Kota Serang, Nova Maulana, menjelaskan peran penting tenaga medis dalam penanggulangan bencana, khususnya dalam memberikan pertolongan pertama dan penanganan korban pasca-bencana.
“Sebagai tenaga kesehatan, kami berperan dalam memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga, baik dalam penanganan korban yang terluka maupun dalam melakukan tindakan pencegahan terhadap kemungkinan penyebaran penyakit pasca-bencana,” jelas Nova.
Simulasi dimulai dengan pemutaran video edukasi mengenai apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah gempa bumi. Kemudian, peserta dilatih untuk melakukan evakuasi cepat dengan mengikuti instruksi yang diberikan oleh tim BPBD Provinsi Banten. Berbagai titik aman di kampus juga diperkenalkan sebagai area yang paling aman untuk berlindung saat terjadi gempa.
Simulasi ini juga diakhiri dengan pelatihan praktis mengenai cara memberikan pertolongan pertama pada korban gempa bumi, yang disampaikan oleh tim medis dari BPBD.
Kegiatan ini diharapkan dapat membekali peserta dengan pengetahuan yang diperlukan untuk menghadapi situasi darurat.