UNIBADAILY.ID, SERANG – Universitas Bina Bangsa (UNIBA) bersama Universitas Muria Kudus (UMK), Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Provinsi Banten dan BPS Provinsi Banten mengadakan seminar dan diskusi panel bertema “Integrasi AI dan Sains Data dalam Mendukung Inovasi dan Transformasi Digital di Era Modern” yang diselenggarakan di Auditorium Kampus 1 UNIBA di ikuti oleh 300 peserta offline dan 500 online zoom dari berbagai universitas di Banten.
Perubahan teknologi berlangsung begitu cepat. Kecerdasan buatan dan sains data tidak lagi menjadi isu masa depan, melainkan telah hadir nyata dalam hampir seluruh sektor kehidupan, mulai dari pendidikan, pemerintahan, industri, kesehatan, ekonomi, hingga pelayanan publik.
Dalam dunia pendidikan tinggi, kita tidak bisa lagi hanya berfokus pada transfer pengetahuan semata. Perguruan tinggi dituntut untuk menjadi pusat pengembangan ilmu, pusat inovasi, sekaligus pusat solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
Dalam sambutannya, Rektor UNIBA, Prof. Bambang D Suseno, mengungkapkan pentingnya pengembangan teknologi di dunia pendidikan.
“Perkembangan pesat teknologi informasi dan komunikasi, khususnya dalam bidang AI dan data sains, membuka peluang besar untuk inovasi di berbagai sektor. Sebagai institusi pendidikan, kami berkomitmen untuk mempersiapkan mahasiswa dan tenaga pengajar dalam menguasai kompetensi yang diperlukan untuk menghadapi tantangan transformasi digital ini,” ujar Prof. Bambang.
Ia menegaskan, transformasi digital bukan hanya soal penggunaan perangkat atau aplikasi, melainkan juga perubahan cara berpikir, cara bekerja, dan cara membangun budaya organisasi.
Kemudian sambutan, Rektor UMK, Prof. Darsono, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif tersebut. “Integrasi AI dan sains data telah menjadi bagian penting dalam pengembangan berbagai sektor. Oleh karena itu, kami di UMK sangat mendukung kolaborasi ini untuk memperkenalkan teknologi yang dapat mempercepat proses transformasi digital dan mendorong produktivitas di masyarakat,” ungkap Prof. Darsono.
Dalam sesi diskusi panel, Evanita, selaku Dosen dan Peneliti di UMK, memberikan paparan mengenai potensi AI dan sains data dalam sektor bisnis dan pemerintahan.
“AI memungkinkan perusahaan dan instansi pemerintah untuk melakukan prediksi yang lebih akurat, efisiensi operasional yang lebih tinggi, dan pelayanan publik yang lebih baik. Namun, hal ini juga memerlukan kolaborasi antara sektor pendidikan, industri, dan pemerintah agar bisa mewujudkan manfaat maksimal,” jelas Evanita.
Beliau juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif mahasiswa dan profesional muda dalam menghadapi tantangan yang timbul akibat pesatnya perkembangan teknologi ini.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Beni Ismail, turut menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif ini. “Provinsi Banten untuk terus berkembang sangat membutuhkan teknologi dalam menunjang pembangunan daerah yang berkelanjutan. AI dan Sains Data tidak hanya memfasilitasi inovasi, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam layanan publik,” kata Beni.
“Kami berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dapat menciptakan solusi yang tepat guna dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.”, jelasnya Beni.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, Yusniar Juliana, berbagi pandangannya tentang pentingnya data dalam kebijakan publik.
“Di era digital ini, data menjadi kunci utama untuk mengambil keputusan yang berbasis bukti. Kolaborasi antara AI, data sains, dan pemerintah sangat vital, karena memungkinkan kita untuk merancang kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ungkap Yusniar.
Beliau juga memaparkan bahwa BPS Provinsi Banten sudah mulai menggunakan AI dalam menganalisis data statistik untuk meningkatkan akurasi dan kecepatan penyampaian informasi kepada publik.
Acara yang diadakan di UNIBA ini juga menandai pentingnya kolaborasi antara universitas, pemerintah dan sektor swasta dalam mendukung integrasi AI dan sains data dalam kehidupan sehari-hari.
Semua pihak sepakat bahwa transformasi digital yang sukses tidak hanya bergantung pada teknologi semata, tetapi juga pada peningkatan keterampilan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perubahan.
Diskusi ini juga memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai tantangan dan peluang yang dihadapi dalam menerapkan AI dan sains data, serta langkah-langkah yang perlu diambil untuk mendorong inovasi yang inklusif dan berkelanjutan di masa depan.
Dengan adanya seminar ini, diharapkan para peserta dapat lebih siap untuk menghadapi era digital yang semakin maju, dengan memanfaatkan teknologi canggih yang tersedia untuk menciptakan solusi yang lebih efektif dan efisien di berbagai sektor.***