SERANG, UNIBADAILY.ID – Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik (HIMAAP) Universitas Bina Bangsa (UNIBA) sukses menyelenggarakan Seminar Regional yang mengangkat tema “Gen Z dan Masa Depan Birokrasi: Inovasi, Digitalisasi, dan Partisipasi Publik”.
Seminar ini dihadiri oleh lebih dari 250 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, serta praktisi pemerintahan dan masyarakat umum.
Acara ini juga diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara generasi muda, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan birokrasi yang lebih efisien, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan publik, pada hari Rabu, (13/5/2026)
Seminar ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang bagaimana generasi Z (Gen Z), yang dikenal dengan kecanggihan teknologi dan minat tinggi terhadap perubahan sosial, dapat mempengaruhi dan berkontribusi dalam perkembangan birokrasi di Indonesia, khususnya dalam konteks inovasi, digitalisasi, dan partisipasi publik.
Topik ini relevan mengingat tantangan birokrasi modern yang harus terus beradaptasi dengan era digital dan tuntutan keterlibatan masyarakat yang semakin besar.
Seminar ini diawali dengan sambutan dari Ketua Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik (HIMAAP) Indi Juniartri Cahya Ningrum, yang menyampaikan pentingnya melibatkan generasi muda dalam memajukan birokrasi negara.
“Kami berharap seminar ini dapat memberikan pemahaman tentang bagaimana generasi Z dapat berperan dalam membawa perubahan di sektor birokrasi, melalui inovasi, digitalisasi, dan partisipasi aktif dalam proses pembuatan kebijakan,” ungkap Indi.
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Rektor UNIBA Prof. Bambang D Suseno, yang dalam pidatonya menyampaikan pentingnya generasi muda, khususnya Gen Z, untuk terlibat aktif dalam perumusan kebijakan publik dan birokrasi.
“Seminar ini menjadi ajang bagi kita semua untuk merenungkan bagaimana generasi penerus bangsa ini dapat membawa inovasi yang relevan dengan perkembangan zaman, terutama dalam bidang birokrasi yang harus siap menghadapi tantangan digitalisasi,” ujar Rektor dalam sambutannya.
Dilanjutkan dengan sambutan dari Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Gatot Hartoko, yang menekankan peran penting mahasiswa dalam mengembangkan pemahaman yang mendalam mengenai birokrasi dan tantangan masa depan.
“Sebagai fakultas yang memiliki komitmen kuat dalam mencetak ahli administrasi publik, kami berharap seminar ini dapat memberi inspirasi kepada peserta untuk lebih memahami bagaimana sektor publik bertransformasi dengan teknologi dan partisipasi masyarakat,” kata Gatot.
Kemudian Kepala Program Studi Administrasi Publik Eli Apud Saepudin, yang mengapresiasi keaktifan HIMAAP dalam menyelenggarakan acara ini.
“Kami bangga dengan inisiatif teman-teman di Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik. Tema yang diangkat sangat relevan dan dapat membuka pemikiran baru mengenai peran teknologi dan generasi muda dalam pembangunan birokrasi yang lebih baik,” ungkap Apud.
Selain sambutan dari para pimpinan, seminar ini juga menghadirkan sejumlah pembicara ahli yang memberikan materi terkait topik seminar, termasuk pembahasan mengenai bagaimana digitalisasi dapat meningkatkan efisiensi birokrasi, serta pentingnya peran aktif Gen Z dalam memperkuat partisipasi publik dalam pembuatan kebijakan.
Acara ini juga dihadiri oleh berbagai narasumber yang ahli di bidangnya. Salah satu narasumber yang hadir adalah anggota DPRD Komisi II Kota Serang Rahmatullah, yang membahas bagaimana peran generasi muda dalam politik dan kebijakan publik dapat membentuk masa depan birokrasi.
“Generasi Z memiliki potensi besar untuk membawa angin segar dalam dunia politik dan birokrasi, dengan kemampuan adaptasi teknologi yang tinggi dan semangat untuk mengedepankan transparansi serta keadilan,” ujar Rahmatullah.
Selain itu, Ketua SPN Provinsi Banten Intan Indria Dewi juga turut berbicara mengenai peran serikat pekerja dalam mendorong perubahan dalam birokrasi, terutama terkait dengan kesejahteraan publik dan partisipasi dalam pengambilan keputusan.
“Kami mendukung penuh generasi Z untuk ikut berpartisipasi dalam menentukan arah kebijakan yang berdampak pada kehidupan masyarakat, terutama terkait dengan ketenagakerjaan dan pelayanan publik,” kata Intan.
Acara ini juga menghadirkan akademisi dari UNIBA Dede Qodrat Alwajir, yang menjelaskan bagaimana pendidikan tinggi dan riset di bidang administrasi publik dapat memberikan kontribusi dalam menghadapi tantangan birokrasi di era digital.
“Untuk menghadapi tantangan birokrasi yang semakin kompleks, kita perlu mempersiapkan generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan, khususnya di bidang inovasi dan digitalisasi,” ujar Dede.
Acara ini diharapkan dapat membuka diskusi yang lebih luas tentang peran teknologi dan generasi muda dalam perubahan sistem birokrasi ke depan.
Selain itu, seminar ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk lebih mendalami topik-topik terkini dalam administrasi publik dan meningkatkan kemampuan mereka dalam beradaptasi dengan perubahan zaman.***